Kenapa harus belajar bahasa arab?

Allah Ta’ala berfirman: كِتٰبٌ فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَۙ – ٣
“(Inilah) kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, (yakni) bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui.” (Q.S.Fushshilat: 3)

Karena Al-Qur`an kita yang mulia menggunakan bahasa Arab, sehingga dikatakan oleh Syaikhul Islam dalam bukunya: “Bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan penganutnya. Karena seluruh bahasa yang ada merupakan syi’ar umat-umat yang paling dominan, yang menjadikan mereka terbedakan dengan lainnya.

Bagaimana mungkin kita dapat memahami Al-Quran dan Hadith dengan baik, jika kita tidak mempelajari bahasa Al-Quran dan Hadits itu sendiri (yaitu bahasa Arab). Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk mentadaburi Al-Quran? Allah berfirman
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا – ٢٤
“Apakah mereka tidak mentadaburi Al-Quran ataukah hati-hati mereka telah terkunci?” (Q.S.Muhammad: 24).

Karena bahasa Arab merupakan bahasa yang paling utama, paling jelas dan gamblang, Allah Ta’ala berfirman:
وَاِنَّهٗ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ – ١٩٢ نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ – ١٩٣ عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ ۙ – ١٩٤ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِيْنٍ ۗ – ١٩٥
“Dan sesungguhnya Al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, ia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (Q.S.Asy-Syu’araa: 192-195).
Asy-Syaikh Abdurrahman as-Si’diy –semoga Allah merahmatinya- mengatakan: “Dengan bahasa Arab yang jelas; yaitu seutama-utamanya bahasa, dengan bahasa orang yang diutus kepada mereka (Nabi Muhammad), untuk menyampaikan dakwah mereka secara menyeluruh; (bahasa Arab) merupakan bahasa yang nyata lagi jelas.”

Penguasaan bahasa Arab dengan baik, akan menjadikan kita mengetahui nilai keutamaan Al-Quran, ketinggian derajatnya, memahami sesuai dengan yang diinginkan oleh ayat Al-Quran, sehingga kita dapat memahami pula tujuan-tujuan dari syari’at yang mulia ini.

Karena bahasa Arab merupakan bahasa penutup kenabian, sehingga dikatakan oleh Abu Manshur ats-Tsa’alibiy: “Barangsiapa yang mencintai Allah Ta’ala niscaya ia juga mencintai Rasul-Nya Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Barangsiapa mencintai Rasul-Nya yang berasal dari negeri Arab niscaya ia mencintai bangsa Arab. Barangsiapa yang mencintai bangsa Arab niscaya ia mencintai bahasa Arab; yang dengan bahasa tersebut turunlah sebaik-baik kitab yang paling utama kepada orang-orang ajam (non Arab) dan Arab.

Barangsiapa yang mencintai bahasa Arab niscaya ia memfokuskan perhatiannya, terus-menerus mempelajarinya dan memusatkan perhatiannya kepada bahasa tersebut, karena termasuk kesempurnaan ibadah shalat adalah dengan khusyuk dan memahami apa yang dibacanya, namun hal ini menjadi sulit untuk direalisasikan seseorang kecuali dengan adanya kemampuan berbahasa Arab. Ketika seseorang memahami arti dan maksud ayat yang dibacanya memungkinkan ia untuk mengulang-ulang ayat tersebut guna lebih meresapinya dan memperkuat perasaannya.

abdulbadi

Simply The Best!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *