Suka Baca Buku Tapi Selalu Gagal Faham?
Saya dulu memiliki permasalahan yang sama seperti anda. Saya suka membaca, dan ya… seperti yang anda alami, sering lupa apa isinya.
Seharusnya, setelah kita selesai membaca sebuah buku, setidaknya kita bisa menjabarkan substansi buku tersebut secara umum, atau mengingat bagian-bagian penting dalam buku tersebut. Itu minimalnya.
Kalau idealnya, kita mampu menjelaskan pokok bahasan dalam buku tersebut secara cermat dan terperinci tiap kali selesai membacanya. hmm…
Beberapa tahun yang lalu, tidak sengaja saya menemukan sebuah artikel pendek Ebook di laptop. Artikel itu benar-benar membekas dalam benak saya, dan mengubah cara pandang saya tentang “ritual” membaca buku, sehingga saya mencatat poin-poinnya dalam catatan pribadi saya.
Saat anda akan membaca buku, perhatikan enam poin ini
Apa tujuan anda membaca buku?
Membaca buku itu harus punya tujuan, untuk apa kita membaca buku tersebut.
Bagaimana menentukan tujuannya? Ya sesuaikan dengan situasi dan kondisi hidup anda saat ini, kira-kira buku itu dapat menyelesaikan sebagian atau seluruh persoalan hidup anda atau tidak.
Sebuah kesalahan yang bisa dibilang fatal, yaitu ketika anda membaca buku hanya berdasar dari rekomendasi orang lain. “Eh! Buku ini bagus loh!! Ih Beneran deh! Isinya intelek banget! Bahasanya keren! Ilmunya mantap!”
Apakah setiap buku yang direkomendasikan orang lain itu bagus untuk anda?
Belum tentu.
Bisa jadi buku yang direkomendasikan itu tidak cocok dengan situasi dan kondisi hidup anda saat ini, sehingga anda akan merasa bosan dalam membacanya dan malah tidak berbekas sedikitpun dalam memori anda. Bukan karena bukunya yang jelek, tapi bisa jadi belum waktunya anda membaca buku tersebut.
Oleh karena itu, jika anda ingin membaca buku, sesuaikan dengan apa yang sedang anda tuju dalam hidup anda. Apakah anda seorang mahasiswa? Bacalah buku-buku yang sesuai dengan jurusan anda. Apakah anda sedang membangun bisnis? Bacalah buku-buku yang menjadi kebutuhan bisnis anda. Apakah anda seorang guru? Bacalah buku-buku tentang bagaimana cara mendidik yang benar. Atau, anda sedang mencari pekerjaan? Bacalah buku-buku yang memuat kiat-kiat wawancara yang baik, atau kiat-kiat mengerjakan soal psikotes dsb.
Pada intinya, sebelum anda membaca buku, tentukan apa tujuan anda membaca buku tersebut dan pastikan buku tersebut akan memberi anda informasi bagaimana memecahkan permasalahan yang anda hadapi saat ini.
Apakah anda pernah memposisikan diri sebagai narasumber?
Poin yang ini saya bilang sangat ajaib. Ketika saya membaca sebuah buku, saya mengkondisikan pikiran saya seperti seorang guru. Kira-kira apa yang dipikirkan seorang guru saat membaca? Ya, mereka membaca disertai niat ingin mengajarkan kembali kepada murid-muridnya.
Demikian juga anda, meskipun anda bukan seorang guru, saat anda membaca dengan niat ingin mengajari atau membagikan kepada orang lain tentang isi buku tersebut, niscaya anda akan lebih fokus dalam membacanya.
Sudahkah anda mencatat hal penting dari buku yang anda baca?
Ini kedengarannya saran yang sangat umum. Tapi jika saya tidak menerapkan poin ini, mungkin saya tidak akan menulis jawaban ini. Kalau kata orang jawa bilang “eman-eman yen ora dicatet” (sayang kalau tidak dicatat).
Sebagai tambahan, saat anda mencatat sesuatu yang penting, jangan lupa sertai alasan mengapa anda menganggap itu penting, jangan sampai anda mengernyitkan dahi saat anda membukanya kembali di lain waktu, “Kok saya catat ini ya? Maksudnya apa ya?”.
Bagaimana cara memvisualisasikan buku yang kita baca?
Saya anggap anda paham maksud dari poin ini, karena sudah jelas ya maksud dari memvisualisasikan itu apa. Sehingga tidak perlu penjelasan lebih jauh.
Baiklah. Begini lho maksudnya. Saat anda membaca, bayangkan bahwa anda sedang mendiskusikan bahasan tersebut bersama teman anda. Seolah-olah anda sedang mempresentasikan apa yang sedang anda baca, kemudian teman anda nyambung menanggapinya. Atau, saat anda membaca sebuah nasihat, kemudian anda membayangkan diri anda sedang melakukan nasihat tersebut.
Saya merasakan sendiri ini cara yang paling efektif untuk saya, sehingga saat membaca buku, saya sering melakukan poin ini.
Ada dampak mengimplementasikan buku yang kita baca?
Untuk memperkuat ingatan, tentu akan lebih berbekas apabila anda mengimplementasikan pengetahuan yang telah anda baca. Percuma saja apabila pengetahuan dibiarkan mengendap begitu saja tanpa implementasi.
Misalkan anda seorang pengusaha yang ingin meningkatkan bisnis, kemudian anda membaca buku-buku yang terkait tentang cara scale-up, setelah anda tahu cara scale-up bisnis yang jitu, ternyata anda tidak mengimplementasikannya. Ya percuma.
Itu sama saja seperti Ibu rumah tangga yang hobi baca buku resep, tapi nggak pernah masak.
Seberapa penting anda memperhatikan penulis buku yang anda baca?
Ada beberapa hal yang membuat kita memperhatikan siapa penulis buku yang kita baca mungkin penulis adalah orang yang kita kagumi, atau bisa jadi anda sedang mencari keyword untuk menelusuri apa asas pikiran (ideologi) penulis sehingga bisa menuliskan buku yang sedang kita baca (layak/tidak, misal dokter jantung bahas pemrograman, bisa aja sih… tapi akan lebih akurat jika dia bahas tentang jantung).
Dan biasanya penulis punya kajian rutin untuk membahas karyanya, hal ini sangat membantu pembaca untuk lebih dalam memahami isi buku tersebut, dan lebih mengerti pikiran penulis.
Itu aja semoga bisa membantu!

