Sering Kali Kita Terhipnotis Dengan Trik Pemasaran Di Supermarket

Sini saya pandu anda menjelajahi supermarket dan menunjukkan beberapa trik yang biasa dilakukan toko-toko untuk menggenjot penjualan, Saat kita masuk ke dalam supermarket.


Alat Untuk Belanja

Toko-toko meletakkan keranjang belanjaan di pintu masuk. Beberapa toko bahkan mempekerjakan orang untuk membagikan keranjang ini kepada pembeli. Sekarang begini, kalau seseorang masuk ke dalam supermarket tanpa keranjang belanja, mereka hanya akan membeli apa yang diperlukan. Sedangkan dengan keranjang belanja, sekalipun cuma berencana membeli susu, bisa saja lalu menambahkan mentega ke dalam keranjang. Tapi okelah, susu sama mentega masih nyambung. Ada juga yang pakai keranjang buat belanja bulanan, yang seperti ini tentunya perlu keranjang belanja. Jadi sampai sini semuanya masih baik baik saja. Belum ada trik licik yang terlihat.


Penataan Merk Produk

Disinilah permainannya, mereka menyusun tokonya dengan berbagai cara untuk membuat anda secara tidak sadar menghabiskan banyak uang sebelum anda beranjak ke pintu keluar. Dengan mengeksploitasi cara berpikir kita (kelemahan otak) dan membuat kita menjadi irasional.

Pada kebanyakan supermarket, hanya ada satu pintu masuk dan keluar (termasuk pintu darurat). Selain itu, lorong lorong juga disusun sedemikian rupa untuk menempatkan barang barang yang penting seperti beras dan tisu di paling pojok. sehingga kita harus melewati tumpukan produk produk lain di sepanjang jalan menuju ujung lorong. Akhirnya kita tergoda membeli barang barang yang sebenarnya tidak direncanakan.


Tata Letak Produk Dalam Display

Perhatikan cara sortir display produk disebelah
Toko toko dan merek merek tanpa lelah berusaha membuat konsumen membeli produk produk premium atau produk dengan nilai lebih untuk mengeruk keuntungan yang lebih banyak. Salah satu caranya adalah planogram (pola penataan produk di rak supermarket)

Lain kali kalau anda belanja, coba perhatikan bahwa produk produk dengan harga lebih mahal atau produk dengan nilai tambah berada di rak yang sejajar dengan pandangan kita, sedangkan produk lebih murah atau berukuran lebih kecil diletakkan di rak bawah. Seberapa sering sih kita melongok ke rak bawah? Dan seberapa sering kita rela bersusah payah berjongkok untuk mengambil barang di rak bawah dibanding langsung mengambil apa yang terlihat di depan mata, walaupun harganya sedikit lebih mahal?


Atribut Promosi

Gambar 1
Iklan tidak hanya bisa ditemui di Youtube atau televisi. Bahkan di dalam toko, berbagai merek berusaha menarik perhatian anda lewat berbagai materi promosi.

Gambar 2
Perhatikan bagaimana “up to (hingga)” ditulis kecil? Apakah untuk mengecoh agar perhatian kita hanya tertaut ke tulisan “50% diskon”? Bahkan meskipun anda sudah tahu bahwa yang dimaksud adalah “diskon hingga 50%”, anda tetap akan melihat lihat produknya.

Sekarang, sudah berapa lama anda berbelanja di supermarket? Pernahkah anda melihat jendela? Atau jam dinding ada di supermarket? Tempat ini selalu terang benderang tanpa memberikan indikasi bagaimana suasana di luar, untuk membuat anda tidak terdistraksi dari kegiatan belanja.


Waktu Ngantri Bayar

Ketika menunggu di antrian dekat meja kasir, anda akan menemukan produk produk berukuran kecil seperti perment mint, gula gula, obat obatan bebas, kondom, seperti di bawah

“Oh iya, saya belum beli paracetamol!”
“Beli permen ah, gak mahal ini”

Begitulah, supermarket menguras anda habis habisan walaupun hanya beberapa ribu rupiah bahkan sampai ke tahap terakhir acara berbelanja anda.


Ada lebih banyak trik lagi tentunya selain yang ditulis ini, tapi trik trik diatas lebih sering digunakan. Dan inilah ujung dari kegiatan berbelanja kita hari ini!

Sumber : Gusti Nurul

abdulbadi

Simply The Best!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *